Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2020

Ke Egoisan

Mana kala memang benar adanya bahwa hati tak bisa bohong perihal rasa, tapi bukan itu maksudnya. Kamu boleh punya rasa yang begitu besar untuknya, tapi kamu juga harus sadar, kalau benar adanya dia juga punya rasa untuk orang lain, bukankah seharusnya kamu mengiklaskan dia dengan kebahagiaan dia sendiri? Kamu malah memaksakan kehendak dengan alasan hati tak bisa berbohong perihal rasa, yang tanpa sadar jika sudah terluka kamu akan menyalahkan, mau menyalahkan siapa lagi? Dia ? Karena dia tidak bisa memberi rasa yang sama seperti rasa yang kamu beri? Kalau kamu berfikir seperti itu, kamu salah, sungguh salah besar. Kamu egois, Egois yang maunya hanya menang sendiri, yang maunya hanya dimengerti, tapi tak sadar situasi dan tak mau tahu. Maka dari itu, sadar akan posisi disini sangatlah penting. Jangan terus-terusan membuat luka untuk diri sendiri, cepatlah sadar, dan mengiklaskan...

9 januari 20

9 januari 20 Kamu masih sama seperti dulu,, Tidak ada yang berbeda, dari yang terakhir kali ku lihat Hatimu masih saja keras, dan tak mau tahu,, Hari itu sepulang sekolah, untuk pertama kalinya setelah sekian lama, aku melihatmu kembali,,   Persis di lorong sekolah kamu berdiri,  dan setelah sekian lama akhirnya aku bisa melihat senyummu lagi, melihat indahnya matamu dengan sangat jelas, dan mendengar suaramu, sungguh tak ada hal lain lagi yang ku inginkan. Begitu mudahnya bahagia dengan hal yang sederhana,, Kamu begitu indah, sampai celah kecilpun aku tidak bisa mencarinya. Tapi tetap, untuk bisa mengambil sedikit hatimu sangat lah sulit,, Karena sekuat apapun aku berusaha, tanpa ucapanpun aku sudah tau jawabannya,, Bukan mengemis atau apa, hanya saja memang itu yang terjadi. Kamu adalah sakit hatiku yang paling mutlak,, Membuat sakit tanpa menyentuh,, Membuat jatuh hati tanpa diminta,, Dan kamu, Kamu adalah luka terdalamku,,