Postingan

Sapu tangan,,

7 Oktober 2016 Sapu tangan,, Kado pertama yang ku beri untuk mu. Mungkin hanya barang biasa, tidak terlalu istimewah, dan juga bukan lah barang yang mewah. Aku bingung hal apa saja yang kamu sukai waktu itu, yang terlintas hanyalah sapu tangan. Ya sapu tangan, setidaknya aku hanya ingin kamu membawanya setiap saat. Kuberi kado itu dengan ragu, yang didalamnya sudah ku sisipkan kata ucapan untukmu, jujur aku takut kalau kamu tidak akan suka, dan ternyata kamu membalasnya dengan ucapan terimakasih:) Ucapan yang tak seberapa, tapi bisa membuat bahagia..

selamat bertambah usia

hallo, selamat bertambah usia ya, aku sayang kamu mungkin kamu bukanlah orang pertama yang aku sukai, tapi bukan itu yang menjadi point penting. aku jatuh cinta kepadamu disetiap  

menganti'

rasanya ini salah untuk ku ucapkan.. namun akupun begitu bingung dengan yang sedang dirasa ini semua terlalu cepat untuk disimpulkan.. hanya cukup dua malam untuk ku jatuh cinta.. aku begitu suka dengan semua perhatian kecil yang diberikan.. entah memang aku yang sepertinya mudah untuk membuka hati, atau memang kamu yang memang memberi sebuah harapan.. kamu dimana sekarang? apakah pertemuan ini benar benar akan sesingkat ini? tawamu begitu candu sorot matamu sayu, namun aku tak bisa berhenti memandangnya percayalah kenangan yang singkat ini akan aku pastikan selalu tersimpan rapat.. mungkin tak ada yang sadar, jika aku begitu terpukau akan dirimu.. tapi kenapa kamu begitu membingungkan? aku ragu untuk mencarimu.. ingin sekali ku tanya apakah ini hanya kebetulan, atau memang kamu berniat untuk mendekat? tapi jika memang begitu, kenapa kamu terasa hilang? pantai menganti

sesaat

Mentari tak pernah lupa untuk bersinar, Hati masih memendam namun tak bisa mengungkap, Begitu rumit rasa yang ada, Semua kata terhenti ketika kamu ada, Semua ungkapan tertelan kembali ketika kamu ada, Ingin memberi kenyataan, namun takut dengan keadaaan, Tolonglah jangan buat ini sulit, Tak mungkin bisa, Tak mungkin bisa untuk ku utarakan, Untuk rasa yang hanya sesaat, Kumohon jangan seperti ini lagi, . . . . . Dan untukmu yang selalu memainkan peran, sudah cukup untuk semua harapan yang ada,

Hujan sore tadi

  kala itu aku sedang menatap langit langit yang nampaknya sedang sedih,, aku bingung, kenapa mata tak bisa berbohong jika hati sedang luka,, air di pipi lantas saja turun dengan derasnya, seraya disambut dengan hujan yang turun,, aku duduk termenung di bangku taman itu, sambil memegang erat ujung bangku tersebut,  aku mencoba mengingat-ingat kembali perasaan yang campur aduk ini. rasanya sakit bukan main, jiwaku terkoyak batinku bergejolak aku tak sanggup jika harus menanggung ini sendiri.   jujur, perkataanmu kala itu langsung saja menyayat hati ku aku bertanya-tanya dalam hati  kamu kenapa? ada apa dengan mu?  kenapa lantas saja kamu berkata seperti itu? kamu putus semua yang sudah dibangun dengan susah payah dalam satu waktu, aku mendapati perasaan yang begitu hancur  karena mu..   renungku dikala hujan sore tadi...      

ya'

ya' Kata terakhir mu di percakapan malam itu.. Kamu yang sekarang, bukan kamu yang biasanya... Terlalu acuh.. Dan tidak perduli.. Jika alasanya karena bosan'  bukan seperti itu caranya untuk pergi.. Berterus terang adalah cara yang terbaik... Karena jujur yang menyakitkan lebih baik, ketimbang harus terus bersama tapi sudah tak ada rasa.. Untukmu yang pernah menjadi sebagian cerita manis ku.. Pergilah jika kamu bosan, karena tak pernah ada yang memaksamu untuk selalu punya rasa yang sama untuk ku...

suapan'

7 Oktober 2016 Suapan kecil yang kamu berikan begitu berkesan untuk ku, Percayalah kenangan itu tak pernah aku lupakan sama sekali, begitu indah, dan tak mungkin bisa diulang kembali.. Miris sekali memang dengan keadaan yang ada,, Satu yang ku pelajari adalah, sekuat apapun kamu mencoba untuk melupa, kenangan itu akan makin berkesan dan lambat laut makin besar hingga sangat menyakitkan,, Jadi lakukanlah suatu hal yang ingin dilakukan jika ada kesempatan, karna kamu tidak akan pernah tahu kapan datangnya kesempatan kedua, dan belum tentu juga akan ada sebuah kesempatan ke dua. Banyak sekali kenangan yang masih tersimpan rapat, dan yang kubuka hanya sebilah kecil dari semua yang ada. Menceritkanmu sedikit saja sudah sangat menyayat hati, apalagi harus ku beri tahu semua? Salam untukmu yang ada disana, tak banyak yang aku katakan padamu, intinya dimanapun kamu dan dengan siapa kamu sekarang, aku hanya ingin kamu bahagia, dan semoga kamu bisa menggapai apa yang kamu cit...